Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.

Daftar Isi

Showing posts with label Math Undip. Show all posts
Showing posts with label Math Undip. Show all posts

Saturday, March 18, 2017

Berbahasa Matematika Itu Sederhana Tetapi Tidak Gampang!!


Dilihat dari segi fungsinya, bahasa memiliki dua fungsi yaitu: pertama, sebagai alat untuk menyatakan ide, pikiran, gagasan atau perasaan; dan kedua, sebagai alat untuk melakukan komunikasi dalam berinteraksi dengan orang lain. Berdasar dua fungsi tersebut, adalah sesuatu yang mustahil dilakukan jika manusia dalam berinteraksi dan berkomunikasi tanpa melibatkan peranan bahasa. Komunikasi pada hakekatnya merupakan proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima. Hubungan komunikasi dan interaksi antara si pengirim dan si penerima, dibangun berdasarkan penyusunan kode atau simbol bahasa oleh pengirim dan pembongkaran ide atau simbol bahasa oleh penerima.

Menurut Galileo Galilei (1564-1642), seorang ahli matematika dan astronomi dari Italia,"Alam semesta itu bagaikan sebuah buku raksasa yang hanya dapat dibaca kalau orang mengerti bahasanya dan akrab dengan lambang dan huruf yang digunakan di dalamnya. Dan bahasa alam tersebut tidak lain adalah matematika. Berbicara mengenai matematika sebagai bahasa, maka pertanyaan yang muncul kemudian adalah dalam sudut pandang mana matematika itu disebut sebagai bahasa, dan apa perbedaan antara bahasa matematika dengan bahasa-bahasa lainnya.

Merujuk pada pengertian bahasa di atas, maka matematika dapat dipandang sebagai bahasa karena dalam matematika terdapat sekumpulan lambang/simbol dan kata (baik kata dalam bentuk lambang, misalnya ">=" yang melambangkan kata "lebih besar atau sama dengan", maupun kata yang diadopsi dari bahasa biasa, misalnya kata "fungsi" yang dalam matematika menyatakan suatu hubungan dengan aturan tertentu antara unsur-unsur dalam dua buah himpunan).

Masalah yang begitu kompleks bisa disampaikan dengan sederhana dan cantik melalui kalimat matematika. Dua baris penuh kalimat matematika mungkin saja kalau diterjemahkan ke dalam bahasa biasa akan menjadi berbaris-baris. Karena cantiknya bahasa matematika, beberapa orang memanfaatkannya untuk menyampaikan pesan tertentu. Diantaranya ada yang menulis kalimat matematika dengan benar, tapi beberapa lagi kadang menempatkan istilah matematika tidak semestinya.

Bahasa matematika tersusun atas simbol-simbol dan istilah-istilah yang bersifat unik. Walaupun ada beberapa istilah yang memiliki banyak makna, tapi konteksnya tetap berbeda. Contoh istilah yang memiliki banyak makna adalah akar. Istilah akar digunakan dalam operasi bilangan sebagai kebalikan dari operasi pangkat. Tapi istilah akar juga digunakan dalam persamaan. Makna akar dalam persamaan adalah nilai peubah persamaan yang membuat persamaan tersebut menjadi benar.

Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Simbol-simbol matematika bersifat "artifisial" yang baru memiliki arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu, maka matematika hanya merupakan kumpulan simbol dan rumus yang kering akan makna. Berkaitan dengan hal ini, tidak jarang kita jumpai dalam kehidupan, banyak orang yang berkata bahwa X, Y, Z itu sama sekali tidak memiliki arti.

Sebagai bahasa, matematika memiliki kelebihan jika dibanding dengan bahasa-bahasa lainnya. Bahasa matematika memiliki makna yang tunggal sehingga suatu kalimat matematika tidak dapat ditafsirkan bermacam-macam. Ketunggalan makna dalam bahasa matematika ini, penulis menyebutnya bahasa matematika sebagai bahasa "internasional", karena komunitas pengguna bahasa matematika adalah bercorak global dan universal di semua negara yang tidak dibatasi oleh suku, agama, bangsa, negara, budaya, ataupun bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari sering mengandung keraguan makna di dalamnya. Kerancuan makna itu dapat timbul karena tekanan dalam mengucapkannya ataupun karena kata yang digunakan dapat ditafsirkan dalam berbagai arti.

Bahasa matematika berusaha dan berhasil menghindari kerancuan arti, karena setiap kalimat (istilah/variabel) dalam matematika sudah memiliki arti yang tertentu. Orang lain bebas menggunakan istilah/variabel matematika yang mengandung arti berlainan. Namun, ia harus menjelaskan terlebih dahulu di awal pembicaraannya atau tulisannya bagaimana tafsiran yang ia inginkan tentang istilah matematika tersebut. Selanjutnya, ia harus taat dan tunduk menafsirkannya seperti itu selama pembicaraan atau tulisan tersebut.

Bahasa matematika adalah bahasa yang berusaha untuk menghilangkan sifat kabur, majemuk, dan emosional dari bahasa verbal. Lambang-lambang dari matematika dibuat secara artifisial dan individual yang merupakan perjanjian yang berlaku khusus suatu permalahan yang sedang dikaji. Suatu obyek yang sedang dikaji dapat disimbolkan dengan apa saja sesuai dengan kesepakatan kita (antara pengirim dan penerima pesan). Kelebihan lain matematika dipandang sebagai bahasa adalah matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Jika kita menggunakan bahasa verbal, maka hanya dapat mengatakan bahwa Si A lebih cantik dari Si B. Apabila kita ingin mengetahui seberapa eksaknya derajat kecantikannya maka dengan bahasa verbal tidak dapat berbuat apa-apa. Terkait dengan kasus ini maka kita harus berpaling ke bahasa matematika, yakni dengan menggunakan bantuan logika fuzzy sehingga dapat diketahui berapa derajat kecantikan seseorang. Bahasa verbal hanya mampu mengemukakan pernyataan yang bersifat kualitatif. Sedangkan matematika memiliki sifat kuantitatif, yakni dapat memberikan jawaban yang lebih bersifat eksak yang memungkinkan penyelesaian masalah secara lebih cermat.

Matematika memungkinkan suatu ilmu dapat mengalami perkembangan dari tahap kualitatif ke kuantitatif. Perkembangan ini merupakan suatu hal yang imperatif bila kita menghendaki daya prediksi dan kontrol yang lebih tepat dan cermat dari suatu ilmu. Beberapa disiplin keilmuan, terutama ilmu-ilmu sosial, agak mengalami kesukaran dalam perkembangan yang bersumber pada problem teknis dan pengukuran. Kesukaran ini secara bertahap telah mulai dapat diatasi, dan akhir-akhir ini kita melihat perkembangan yang menggermbiarakan, di mana ilmu-ilmu sosial telah mulai memasuki tahap yang bersifat kuantitaif. Pada dasarnya matematika diperlukan oleh semua disiplin keilmuan untuk meningkatkan daya prediksi dan kontrol dari ilmu tersebut.

Bagi dunia keilmuan, matematika memiliki peran sebagai bahasa simbolik yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat. Matematika dalam hubungannya dengan komunikasi ilmiah mempunyai perang anda yakni sebagi ratu dan sekaligus sebagai pelayan ilmu. Di satu sisi, sebagai ratu matematika merupakan bentuk tertinggi dari logika, sedangkan di sisi lain, sebagai pelayan matematika memberikan bukan saja sistem pengorganisasian ilmu yang bersifat logis namun juga pernyataan-pernyataan dalam bentuk model matematik. Matematika bukan saja menyampaikan informasi secara jelas dan tepat namun juga singkat. Suatu rumus yang jika ditulis dengan bahasa verbal membutuhkan rentetan kalimat yang banyak sekali, di mana makin banyak kata-kata yang dipergunakan maka makin besar pula peluang untuk terjadinya salah informasi dan salah interpretasi, maka dalam bahasa matematika cukup ditulis dengan model yang sederhana sekali.

Pemodelan matematika merupakan akibat dari penyelesaian permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang diselesaikan menggunakan matematika. Masalah nyata dalam kehidupan biasanya timbul dalam bentuk gejala-gejala yang belum jelas hakikatnya. Kita masih harus membuang faktor-faktor yang tidak/kurang relevan, mencari data-data dan informasi tambahan, lalu kita menemukan hakikat masalah sebenarnya. Langkah ini dinamakan sebagai mengidentifikasi masalah. Misalnya seorang pasien datang ke dokter dengan keluhan kepalanya pusing dan perut sakit. Berdasarkan keluhan itu dokter mengadakan beberapa tes dan dengan pengalaman dan dasar ilmunya, ia akan mengadakan analisis, lalu memberikan diagnosis. Diagnosis inilah merupakan identifikasi masalah. Langkah selanjutnya setelah mengidentifikasi masalah, maka melalui beberapa pendefinisian diadakan penerjemahan masalah ke bahasa lambang, yaitu matematika. Penerjemahan ini disebut pemodelan matematika. Setelah model matematika jadi, maka dicari alat yang dapat digunakan untuk menyelesaikannya. Pemodelan inilah yang menjadi kunci dalam penerapan matematika. Memodelkan masalah ke dalam bahasa matematika berarti menirukan atau mewakili objek yang bermasalah dengan relasi-relasi matematis. Istilah faktor dalam masalah menjadi peubah atau variabel dalam matematika. Jadi, kerja pemodelan tidak lain adalah abstraksi dari masalah nyata menjadi masalah(model) matematika.

Selain sebagai bahasa, matematika juga berfungsi sebagai alat berpikir. Ilmu merupakan pengetahuan yang mendasarkan kepada analisis dalam menarik kesimpulan menurut suatu pola berpikir tertentu. Menurut Wittegenstein, matematika merupakan metode berpikir yang logis. Berdasarkan perkembangannya maka masalah yang dihadapi logika makin lama makin rumit dan membutuhkan struktur analisis yang lebih sempurna. Dalam perspektif inilah maka logika berkembang menjadi matematika, sebagaimana yang disimpulkan oleh Bertrand Russell, "matematika adalah masa kedewasaan logika, sedangkan logika adalah masa kecil matematika".

Komunikasi yang terjadi dengan matematika dapat terjadi, di antaranya dalam:
  1. Dunia nyata, ukuran dan bentuk lahan dalam dunia pertanian (geometri), banyaknya barang dan nilai uang logam dalam dunia bisnis dan perdagangan (bilangan), ketinggian pohon dan bukit (trigonometri), kecepatan gerak benda angkasa (kalkulus), peluang dalam perjudian (probabilitas), sensus dan data kependudukan (statistika), dan sebagainya.;
  2. Struktur abstrak dari suatu sistem, antara lain struktur sistem bilangan (grup, ring), struktur penalaran (logika matematika), struktur berbagai gejala dalam kehidupan manusia (pemodelan matematika), dan sebagainya; dan
  3. Matematika sendiri yang merupakan bentuk komunikasi matematika yang digunakan untuk pengembangan diri matematika. Bidang ini disebut "metamatematika".

Jadi, sejak awal kehidupan manusia matematika itu merupakan alat bantu untuk mengatasi berbagai macam permasalahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Baik itu permasalahan yang masih memilki hubungan erat kaitannya dengan ilmu eksak ataupun permasalahan-permasalahan yang bersifat sosial. Peranan matematika terhadap perkembangan sains dan teknologi sudah jelas, bahkan kalau boleh penulis katakan bahwa tanpa matematika, sains dan teknologi tidak akan dapat berkembang.

Wednesday, January 25, 2017

MATEMATIKA menjadi Jurusan Terbaik di UNDIP



Kepada seluruh teman-teman semuanya saya minta maap jika mungkin kurang berkenan dengan tulisan saya ini. Saya hanya ingin melihat dan menguji mesin pencari Blog ini apakah bisa menjadi yang pertama di halaman Google. Kalau para pembaca kurang berkenan insya Alloh masih ada postingan lain di Blog ini yang bisa dibaca dan bermanfaat.

Mungkin teman-teman akan mempertanyakan judul Artikel ini yang tentu menunjuk Matematika menjadi jurusan Terbaik di UNDIP berasal dari data yang kurang valid. HAH? Kok bisa matematika? Data dari mana itu? Dan segudang tanggapan lainnya pasti akan ikut bermunculan. Memang benar apa yang saya sampaikan diatas tidak sepenuhnya benar. Tidak sepenuhnya? Yap betul Karena terbaik menurut saya adalah relatif, dan setiap orang pasti punya kriteria sendiri supaya suatu hal bisa dikatakan terbaik.

Tentu dengan begitu banyaknya jurusan dan program studi di UNDIP, saya sadar diri bahwa Matematika Masih Kalah dibandingkan Jurusan Lain seperti Teknik Kimia UNDIP yang sudah terakreditasi A. Sebenarnya di UNDIP sudah banyak jurusan dan program studi yang sudah terakreditasi A, tapi tidak menutup kemungkinan sebentar lagi dijurusan Matematika akan nyusul terakreditasi A.

Mohon maap jika Saya sedikit promosi mengenai Almamater saya yaitu Matematika. Tentunya teman-teman pasti akan ikut mengedepankan almamaternya sendiri di jurusan masing-masing kan, hehe. Jurusan Matematika ini salah satu dari 7 jurusan di Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro. Melihat perkembangannya Matematika menurut saya menjadi jurusan yang cukup bertahan dari awal berdiri hingga sekarang. Kenapa Cukup Bertahan? Karena menurut saya matematika dan jurusan lain di FSM mengalami perkembangan tiap tahunnya walaupun dalam skala yg masih kecil. Tapi sekarang Saya cukup senang di perkembangannya di 5 tahun ini, seperti pembangunan gedung baru untuk jurusan Geofisika, sarana dan prasarana, penambahan buku di perpustakaan, penggantian unit computer di laboratorium, hingga yang terpenting adalah pembaharuan dosen dan kurikulum pendidikan menjadi lebih baik.

Tahun 2014 juga menjadi tahun bersejarah Karena Matematika sudah membuka program Magister Matematika yang pastinya akan menjadi rantai pembaikan untuk jurusan kedepan.

Apakah dari semua faktor yang saya sampaikan diatas sudah menjadikan Matematika Jurusan Terbaik di UNDIP? Jawabannya adalah Belum Semuanya!!. Yang terpenting disini adalah bagaimana para alumninya bisa berkarya kembali menjadi seorang Matematikawan yang Ahli tidak hanya di dalam kelas, tapi juga di luar kelas. Saya masih teringat pepatah dari satu dosen saya “belajar matematika jangan hanya berfikir bagaimana kita menyendok, tapi juga dipikirkan bagaimana kita membuat alat sendoknya”.

Saya sebagai alumni memang punya banyak pekerjaan rumah dari ilmu yang sangat terbatas ini jika melihat permasalahan nyata didunia luar. Ilmu Matematika tidak bisa secara mentah langsung diaplikasikan ilmunya, Tapi Seorang Matematikawan harus tepat dalam memodelkan suatu masalah nyata ke bentuk matematika supaya bisa diselesaikan. Jika boleh diibaratkan ilmu matematika seperti udara, tidak tampak tapi banyak sekali manfaatnya. Bukan menjadi ujung kuku, tapi menjadi dasar dari segala urat nadi. Matematika menjadi ilmu yang unik untuk dipelajari, dan tidak semua perguruan tinggi memiliki jurusan ini. Seingatku dari jurusan yang menyediakan ilmu Murni Matematika adalah mayoritas perguruan tinggi negeri. Banggalah Anda jika masuk jurusan Matematika, Karena bisa jadi dengan usaha yang keras Anda akan menjadi matematikawan hebat dan membuat matematika khususnya Matematika Undip Berjaya. Sehingga semua itu bisa menjadi siklus antara akademisi, kampus dan para alumni untuk bisa bersama-sama berkembang menjadi lebih cepat.

Yah itu sedikit cerita mengenai Matematika, khususnya Matematika UNDIP. Gimana, masih meremehkan jurusanku itu? Jangan salah, Karena semua akan indah pada waktunya.. eeaaaa..
Mohon maaf jika saya sedikit mengutip beberapa kata dari mas arsyil. Mudah-mudahan semua ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat untuk kemajuan bersama.

by ANDITIA NURRONI for MATEMATIKA UNDIP


Matematika All The Way!!!


Sunday, January 10, 2016

Maha Karya yang tertunda


Pernah aku tulis target special di tahun 2014 dulu.. memang sewajarnya dan seharusnya target itu bisa terlaksana tepat waktu. ya, tentang akhir di awal pendakian sebenarnya yang pernah q tulis waktu itu.. byk mimpi yang ingin dicapai, hingga penulis sempet lupa apa2 saja yang ingin dicapai di tahun itu. entah lupa yang sebenarnya atau q yg mncari alasan lain karena tersandung byk halangan yg mungkin mjd alasan sebenarnya..

jika mungkin anda binggung mngenai apa yg q mksud, lupakanlah!.. krn sbnarnya bukan itu yg mnjd point penting dan yg hrus digarisbawahi.. perjuangan yg sbnarnya ternyata q alami di dua tahun setelahnya, 2015 dan 2016.. q hanya bsa mjdikan hikmah di tahun 2014 itu untuk smakin mengebut untuk segera sampai.. ya, ini semua mengenai skripsi yg pernah tertunda di awal tahun hingga pertengahan tahun 2015.. Semangat toga sarjana dari temanku juga telah mjd motivasi skaligus tusukan berat untuk q yg ternyata waktu berlalu dgn cepat.. bukan tanpa alasan itu smua bisa tertunda.. smpat q terpuruk krn skripsi yg tak kunjung ada perkembangan hingga target sana sini yg ingin dicapai.. smpat berfikir untuk ganti judul sbg penyelesaian, tapi q brusaha buang jauh2 hal itu, krn apa yg q ambil skrg sudah mjd tema yg q suka dan bisa untuk q kerjakan.. "jika melambaikan tangan skrg maka pngorbanan yg sudah km lakukan itu akan sia-sia"

September s/d november 2015 mjd bulan panjang q mnyelesaikan Maha Karya itu (skripsi).. kampus mjd tujuan utamaku stiap pagi (tembalang).. ruang dosen pun mjd tmpat faforitku mnunggu (efek dosen yg susah ditemui).. para dosenpun mjd bagaikan artis idola yg ingin aq temui walau sering cuma sbntar (krn dosen yg sering sibuk).. tanda tngan mjd oleh2 sewajarnya setiap bertemu (revisi).. yah q tulis begitu hanya untuk membuat aura positif biar smua bisa dihadapi dgn mudh tanpa byk tekanan, walau kenyataannya berlaku sbaliknya.. tpi tak apa, namanya perjuangan.. hehe

ketika kita menemukan jalan masuk, akan sia-sia perjalanan itu jika menyerah begitu saja dan tidak segera mencari jalan keluar.. Rejeki Allah SWT itu luas. yakinlah bahwa rejeki akan muncul bahkan dari tempat yg tdk kita duga sekalipun.

Alhamdulillah, akhirnya awal desember 2015 Maka Karya itupun mendapatkan tanda tgn yg istimewa (di ACC untuk siap sidang).. mungkin akan lucu jika q ceritakan.. waktu itu bpkku (hehe, map yg saya maksud dosen pembimbingku) mencari q knpa tidak klihatan slama hampir dua minggu, hingga Tanya ke byk temen2 q.. sampai2 adik dan kakak angkatanpun mnyampaikan pesan itu ke aq.. smpet binggung juga tumben2 bpkku nyariin (hehe,,).. padahal waktu itu q sdang mnyelesaikan Maka Karyaku yg mndekati tahap akhir.. akhirnya q sgera menemui beliau satu hari stelahnya.. ternyata yg tidak disangka2 dosen saya langsung meng-ACC supaya bisa segera sidang dan tidak terlanjur membayar SPP lgi untuk smester slanjutnya.. ya, memang itu juga yg  q harapkan dan pernah kusampaikan hal itu juga ke beliau (sudah tak sanggup lgi jika harus membayar SPP, krn tahu sndiri q sudah smester yg "berpengalaman", haha maap ya tidak boleh mnyebutkan TUA, ckckck)..
memang smua dosen itu sebenrnya baik. se perfect apapun beliau, pasti menginginkan kita para mahasiswanya untuk cepat lulus.. apa lagi kalau sering digangguin dan bertatap muka, pasti dosen juga akan bosen sndiri. hehe..

akhirnya sidang TApun dapat terlaksana kemarin, hari kamis 7 januari 2015.. Alhamdulillah walau ada byk grogi sana sini, maklum di hadapkan dgn 5 dosen skaligus, akhirnya saya dinyatakan lulus walau msih byk revisi yg harus diselesaikn dahulu tenggang 1 bulan ini..

ya skrg penulis sdang berjuang untuk langkah slanjutnya, yaitu revisi smpai bulan 9 februari.. diharapkan mudh2 dapat sgera slesai secepatnya.. krn di bulan akhir januari ini adalah batas akhir pembayaran SPP semester lanjut.. bisa dibilang ini adalah perjuangan yg belum berakhir.. smangat andit, engkau pasti bsa!! tunggu cerita saya slanjutnya ya.. mudh2an smua ini akan berakhir happy ending.. amiin ya rabb.. smangat untuk smuanya!!

Wednesday, April 30, 2014

Kertas lama dari kawanku


Maap jika q tak merawatmu..
Maap jika q melupakanmu..
Tpi sungguh itu bukan sifatku..
Q hany tak sengaja menyimpanmu, hingga q tahu kau msih belum bicara hingga q membacamu..
Tersenyum stelah kau mengungkapkan cerita tuanmu itu..
Ingatan itu datang kembali..
Tapi untuk tuan yang membuat dan menulismu.. Masihkah ingat akan kertas ini?
Dari teman seprjuangan.. Tahun ketika semester prtama..


Oh skripsi.



Skripsi oh skripsi..

Engkau sungguh indah dari kejauhan..
Setelah q dekat, dirimu sungguh pintar membuatku galau..
Engkau sungguh tegas untuk pembuktian..
Setelah kita sama berjalan, dirimu memang tidak mudah ditaklukkan..

Skripsi oh skripsi..
Tpi knapa sampai sekarang q masih dalam kondisi stady..
Mimpi dan citaku sungguh tinggi setelah cintamu sudah dihati..
Tpi apalah daya hingga sekarang q masih terkecoh dengan cinta yang lain..

Tapi akurapopo.. Ok fix.. 
Q hrus bisa katakan ya untuk skripsi.. Dan yes untuk kelulusanku..
Mungkin mulut ini lebih mudah mengungkapkan.. Tapi keyakinan akan harapan itu harus tetap ada.. Dan bahkan harus tambah membara.. Karena betul ingatlah kau telah ditunggu oleh keluargamu.. Semangat andit.. Kau pasti bisa..

Semangat toga sarjana dari temanku

Happy graduation untuk teman-teman, ataupun kakak seperjuangan jurusan matematika.. khususnya untuk 9 teman seangkatan yang telah mendahului senyum sarjanamu. untuk Lenny Maulinni’mah, Aizzatul Aliyyah, Hilmi Dina Aulya, Monica Sendi Afa, Melly Nur Aziz,Erlin Dwi Endarwati, Melita Haryati, Meryta Febrilian Fatimah, dan Agustin Ayu Kusumawati, ku ucapkan selamat.
Akhirnya kalian bisa memenangkan ujian demi ujian untuk meraih toga sarjana itu.. Selamat kini "sarjana matematika" akan mulai tersemat di nama belakang kalian.. Kebahagiaanku atas kalian dan smoga q bisa menyusul meraih citaku yg sudah aq rencanakan.. Menjadi sarjana matematika.. Amiin..

Namun ingat wahai kawan.. Ini bukanlah akhir dan bukan pula mnjadi batasan seorang mantan mahasiswa.. Jangan terlalu bangga dulu setelah kita dinyatakan lulus setelah sidang dan mendapat predikat cumlaude.. Namun anggaplah ini sbuah awalan jika kita ingin memperoleh pembelajaran yg lbih dan utamanya tidak sia-sia dari ilmu yang kita pelajari.. justru diluar bangku kuliah nanti akan banyak pembelajaran yang lebih riil dan kompleks.. kena itu Tetap semangat dan maju terus kawan.. ^_^


dan selamat juga untuk Monica dan Erlin dengan prestasinya meraih Dean Award yang mungkin sangatlah tidak mungkin untuk aku dapatkan.. tapi pastinya semua warga FSM ikut bangga mendengarnya.. dan smua ini akan menjadi motivasi tersendiri untuk aku dan teman-teman seangkatan. terima kasih kawan,
"ntuk jenjang S1, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) memberikan DEAN'S AWARD bagi calon alumni yang mencapai IPK > 3,9. Tak banyak yang dapat mencapai itu. selama 3 tahun dari 1200 wisudawan baru 4 alumni yang sanggup menembus batas tersebut. Berat memang dari 144 sks beban S1 hanya 12 sks yang boleh nilai B (max 4 Mata Kuliah dari 45 mata kuliah), dan pada umumnya para penerima DEAN'S AWARD lulus 3,5 tahun. Selamat untuk Monica Sendi Alfa (IPK 3,96 dengan 2 nilai B) dan Erlyn Dwi Endarwati (IPK 3,94 dengan 3 Nilai B). Apresiasi kami untuk mereka, semoga terus menekuni bidang yang sangat diminati" kata Muhammad Nur selaku Dekan FSM Undip.


Friday, December 27, 2013

Ayo Semangat KKN

Hai teman, ketemu lagi dengan saya si tukang corat coret blog.. hehe.. sudah lama nih tidak nulis lagi di blog.. mumpung ada kesempatan liburan ini aku ingin sharing sedikit tentang kkn.. yuhui.. benar sekali.. aku baru ngambil kkn semester 7 ini, ya standar lah sama teman yang lain karena kebanyakan juga lebih banyak ngambil sekarang. hehe

Apa tho kkn?

Menjelang penyusunan tugas akhir (skripsi) kita sebagai mahasiswa dituntun untuk kuliah kerja nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membiasakan mahasiswa/I beradaptasi dan  dan bergaul dengan lingkungan masyarakat karena selepas mahasiswa/I lulus nantinya akan bertemu dan berhadapan langsung ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat . Untuk KKn lebih lanjut secara umum, aku percaya teman2 mahasiswa lebih tahu dari persiapan dan sebagainya.

Sebagai mahasiswa pasti ada beberapa yang beranggapan bahwa kkn adalah sesuatu yang menakutkan. Alasannya pun banyak dari takut ditempatkan di desa yang terpencil kek, fasilitas hidup, makan, dll..

Yup, smua itu sebenarnya akan menjadi beban jika kita hanya punya pemikiran pendek untuk tujuan sebuah nilai, namun cobalah nikmati segala tantangan dan hal baru ketika menunaikan  KKN agar tersenyum dan bersemangat dalam menjalani KKN atau Kuliah kerja nyata tersebut. Dengan begitu kita akan mendapatkan pengalaman baru dalam belajar banyak tentang kehidupan. Seyogyanya kita sebagai mahasiswa tentu harus kembali ke masyarakat untuk mengabdi. Betul tidak! Hehe




Foto diatas adalah team KKN-PPM tim 1 Undip. Dengan cara acak kami dipertemukan yang nanti akan menjadi satu keluarga selama satu bulan, januari sampe februari 2014. Dengan berbagai disiplin ilmu pula semoga bisa menjadi pelengkap untuk team kami mengabdi.. ada dari FKM, FSM, FK, FPIK, dan FT. dengan cara yang aneh pula kami di tempatkan di desa Tratemulyo, kec. Weleri, Kab Kendal.. dan setelah bertemu, ternyata dengan karakter yang narsis pula team kami dibentuk.. haha.. :D

Walaupun aku belum menjalankannya, tapi setelah survey dengan rekan satu tim memberikan kesan yang positif untuk ku (semoga teman2 juga ya, hehe). Banyak masyarakat yang terbuka (tentunya di desa tratemulyo donk.. ^^v) menerima kita dengan baik dan ramah, walaupun kita Cuma bisa mengganggu warga desa setempat waktu survey itu..  :D.. but so far so good, smoga program apa yg sudah direncanakan akan berjalan lancar dan sukses ya teman..

Da satu hal yang menjadi catatan pnting untuk aku, dan bahkan teman2 juga bahwasanya sosialisasi penting untuk kita bergaul dengan masyarakat, tentunya dengan menyesuaikan kearifan local disana. Istilah jawanya “sing grapyak”.. hehe.. paling tidak bisa memberikan jalan dan kesan positif dari warga desa.
Ayo semangat KKN teman, semoga pengapdian ini tidak hanya membawa perubahan “ketika disana”, namun juga “setelah disana”.. :D



Video

loading videos
Loading Videos...