Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.

Daftar Isi

Showing posts with label Buku Inspiratifku. Show all posts
Showing posts with label Buku Inspiratifku. Show all posts

Tuesday, October 1, 2013

Jejak Sang Kala: Dari Big Bang Hingga Lubang Hitam

Di tengah hiruk pikuknya gemerlap konsumerisme ini, di mana nafsu mengkonsumi melebihi hasrat produksi, masihkah ada kesempatan bagi manusia bertanya: mengapa alam seperti ini, dari mana jagat raya itu berasal, ataukah jagat raya itu selalu ada; apakah kapan-kapan waktu itu akan mengalir balik sehingga akibat akan mendahului penyebabnya.

Apakah waktu berawal-berakhir? Yang penting bagi manusia, apakah waktu berakhir? Jika berakhir kapan? Tentunya pertanyaan-pertanyaan sedikit menyita waktu bagi manusia sekarang. Dengan dalih: alangkah baiknya kalau pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak perlu dikemukakan? Sekarang yang tepat dilakukan adalah bekerja dan bekerja; mencari modal sebanyak-banyaknya dan menumpuknya untuk kehidupan setelah “ini”. Atau pertayaan yang lebih ngeri lagi: adakah manfaatnya untuk bertanya soal itu bagi kehidupan, kemajuan bisnis? Toh, kalau waktu berakhir kita juga tak akan tahu bagaimana terjadinya; seumpama berakhir ya sudahlah, kita jalani saja.

Tinggal dua golongan yang memikirkan tentang awal-akhirnya waktu: kaum agamawan dan para ilmuwan (termasuk filsuf). Golongan pertama, tentunya pokok bahasannya adalah hari akhir pasalnya ini tugas utamanya menyadarkan umat beragama supaya tidak terlena dengan “duni fana” dan mengabarkan bahwa ada “dunia abadi” sesudah tapal batas “dunia fana” ini terlewati. Golongan kedua, kaum ilmuwan, saintis, termasuk filsuf. Golongan ini mempunyai ketertarikan tersendiri dengan jagat raya ini. Ketertarikan murni demi ilmu, berkutat dengan teori-teori dan persamaan matematika. Perbedaan keduanya adalah sang agamawan berusaha untuk menyadarkan adanya hari akhir, sedangkan sang ilmuwan masih menyelidiki tentang adanya hari akhir dan kalaupun ada tugasnya hanya mengabarkan, tidak perlu menakut-nakuti: sadar tidak sadar bukan tugas pokoknya.

Bagaimana dengan kita yang awam kedua-duanya? Apakah kita akan menikmati kabar dari keduanya? Ataukah juga akan ambil bagaian dari diskusi tersebut, sebab dunia yang kita tempati toh juga bukan milik dua golongan tersebut tetapi baik-buruk, hancur-tidaknya kita juga akan turut serta bersama mereka. Kalau ikut andil dari mana kita memulai? Siapa yang menjadi pijakan pertama untuk mendiskusikan awal-akhirnya waktu? Mengikuti orasinya kaum beragama terkadang jengah: kok isinya cuma itu-itu saja, kok semacam dongeng masa depan? Atau bagi masyarakat ilmiah yang agak religius: bisakah cerita berakhirnya waktu itu dikemas dengan cara ilmiah?

Sebaliknya, mengikuti pemaparannya kaum ilmuwan, rasanya terlalu sulit untuk mencerna diskusi risetnya. Kenapa awal-akhir waktu, kondisi jagat raya seisinya harus dibicarakan dengan persamaan matematika? Seakan para ilmuwan hanya asyik dengan dunianya sendiri, dengan temuannya sendiri dan kemudian menikmatinya sendiri pula. Adakah temuan-temuan, diskusi-diskusi tentang jagat raya itu bisa dinikmati kaum awam? Ataukah memang kaum awam memang tidak perlu merepotkan diri untuk andil dalam diskusi awal-akhir jagat raya? Istilah tepatnyasuwargo nunut neroko katut, terserah imam yang dipilih.

Stephen Hawking, sebagai Professor Matematika di Cambridge dan ketua Royal Society, satu kedudukan yang pernah dijabat Newton. Dengan fisik yang lemah di kursi roda, tanpa bisa berbicara, dan hanya berkomunikasi lewat komputer, ia memahami jika temuan-temuan ilmiah yang sarat dengan istilah fisika dan persamaan matematika menjadikan selain ilmuwan merasa enggan untuk bersentuhan dengan temuan tersebut. Padahal informasi temuan itu, apalagi yang berkaitan dengan jagat raya juga harus bisa dinikmati oleh kaum di luar kaum ilmuwan. Jagat raya juga harus dipikirkan oleh setiap manusia yang sudah menempatinya. Hal itulah yang menggerakkan Hawking untuk menyusun buku tentang riset-riset kosmologi dan teori kuantum; gagasan-gagasan dasar mengenai asal-usul dan nasib jagat raya dapat dinyatakan tanpa matematika, dalam bentuk yang dapat dipahami oleh mereka yang tidak berpendidikan sains.

Buku “Riwayat Sang Kala (A Brief History of Time)” merupakan buah karya dari Hawking soal riset-riset kosmologi yang dikemas dengan meniadakan persamaan matematika, kecuali hanya persamaan Enstein (E=MC2). Dalam buku ini, Hawking sangat menonjolkan hukum-hukum yang mengatur gravitasi, karena gravitasilah yang membentuk struktur skala-besar jagat raya, meskipun gravitas merupakan forsa yang terlemah di antara empat forsa.

Hukum gravitas tidak cocok dengan pandangan bahwa jagat raya tidak berubah dengan majunya waktu: karena gravitas selalu bersifat menarik maka pastilah jagat raya itu memuai atau mengerut. Pandangan bahwa jagat raya statis baru akhir-akhir ini saja ditinggalkan orang. Menurut teori umum relativitas, pastilah ada suatu keadaan dengan rapatan tidak terhingga besar di masa lalu, yaitu dentuman besar, yang akan merupakan awal efektif waktu. Serupa pula, jika seluruh jagat raya runtuh kembali, haruslah ada suatu rapatan tidak terhingga besar dalam masa depan, kerkahan besar, yang akan menjadi akhir waktu. Jika jagat raya keseluruhan tidak meruntuh kembali sekalipun, akan ada singularitas dalam setiap kawasan lokal yang runtuh dan membentuk lubang hitam. Singularitas ini akan merupakan akhir waktu (kiamat?), bukan hanya akhir hayat, bagi siapa pun yang terjatuh ke dalam lubang hitam itu. Pada dentuman besar dan singularitas lain, semua hukum akan runtuh dan tidak berlaku, sehingga Tuhan masih mempunyai kebebasan penuh untuk memilih apa yang akan terjadi dan bagaimana jagat raya memulai.

Dapat dikatakan permualaan jagat raya dimulai dengan dentuman besar (Big Bang), dari titik singularitas yang kemudian meledak ke segala arah yang dibarengi dengan penurunan laju suhu dalam setiap satuan waktunya. Entah, apakah untuk memudahkan proses Big Bang ini para ilmuwan mengijinkan bagi kaum awam untuk membangun imaji bahwa keadaan Big Bang itu semacam kacang polong, mampat, suhu bermilayar derajatnya, karena sebab tertentu kacang polong tadi meledak dan serpihannya menyebar ke mana-mana kemudian membentuk galaksi, bintang, planet, bahkan makhluk sekomplek manusia? Nah, serpihan-serpihan yang membentuk aneka warna isi alam semesta itu akan terus berkembang dan melaju ke segala arah? Dan sampai kapan? Di mana berhentinya?

Lubang hitam (Black Hole) lah akhir dari perjalanan itu. Lubang hitam adalah keadaan yang dihasilkan dari bintang runtuh, karena massanya terhisap oleh gaya gravitasinya yang begitu kuat sehingga tak satupun yang ada di atasnya berhasil lari dari jeratannya, sekalipun itu cahaya. Untuk memudahkannya mengenai awal-akhir jagat raya, mungkin bisa dikatakan: bermula dari titik dan akan kembali ke titik, dari tiada dan akan menuju ke tiada pula.

Tersisa pertanyaan apakah keruntuhan (lubang hitam) itu bersifat bersamaan atau hanya sebagaian di setiap galaksinya? Jika hanya sebagian saja, bagaimana dengan bintang yang lain, apakah ia akan berkembang terus tanpa tapal batas? Jika usulan ruang tanpa-tapal-batas itu benar, Tuhan tidak mempunyai kebebasan sama sekali dalam memilih kondisi (syarat) awal jagat raya. Tentu saja Tuhan masih mempunyai kebebasan untuk memilih hokum-hukum yang harus dipatuhi jagat raya.

Laksana haus dengan hukum, teori, persamaan atau seperangkat aturan yang bisa mengobati akan kerumitan tentang asal usul jagat raya para ilmuwan terus menerus berusaha mensintesis formula yang tepat untuk mengatakan: dari mana dan akan ke mana jagat raya ini? Ketika persamaan itu dicapai apakah yang member jiwa kepada persamaan itu dan membuat suatu jagat raya untuk diperikan dengan persamaan itu? Mengapa jagat raya harus bersusah-payah untuk eksis?

Cita-cita untuk menemukan suatu teori terpadu-yang bisa menjelaskan segalanya bahkan sampai kepada pencipta dari jagat raya itu sendiri, menjadi impian bagi para ilmuwan, khususnya Stephen Hawking. Tetapi teori itu harus bisa dipahami oleh semua kalangan, tidak hanya kaum ilmuwan saja. Sehingga semua orang pada akhirnya pun dapat mengambil bagian dalam diskusi mengenai mengapa kita dan jagat raya ini ada. Selama ini pertanyaan yang sering mencuat di kalangan ilmuwan masih ‘apakah’ belum ‘mengapa’. Sampai kapankah cita-cita menemukan teori terpadu itu ditemukan? Apakah kita yakin bahasa yang digunakan bisa dipahami oleh kalangan luar ilmuwan, sebab buku yang ditulis oleh Hawking ini pun tak bisa keluar dari kerumitan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang awam. Dan memang, hemat saya, bahasa ilmiah tidak sama dengan bahasa sehari-hari yang terjadi di kalangan masyarakat bawah.Meski dengan usaha yang keras, kenyataannya masih saja ada kesulitan untuk menyampaikan isi riset-riset kosmologi.

Sudah sepatutnya, Hawking mendapat apresiasi karena telah membuka tutup kran diskusi bagi pihak-pihak yang tertarik dengan asal-usul jagat raya. Tidak hanya ilmuwan saja yang berkepentingan membicarakan persamaan matematika, tetapi juga para filsuf dan para kaum beragama sebab bagaimana pun implikasi dari persamaan tersebut tidak hanya berkutat pada ilmuwan saja, tetapi ke masyarakat luas meski tidak lagi dalam bentuk persamaan fisika tetapi dalam wujud paradigma mengenai alam raya dan Tuhan itu sendiri.

Judul buku    : Riwayat Sang Kala, Dari Dentuman Besar Hingga Lubang Hitam
Judul Asli      : A Brief Historie of Time
Penulis          : Stephen Hawking
Penerjemah  : A. Hadyana Pujaatmaka
Penerbit        : Pustaka Utama Grafiti, Jakarta
Tahun Terbit : 1994
Tebal             : xviii + 210 halaman
ISBN              : 979-444-290-9


Wednesday, September 4, 2013

[Review] Dengan Passion, Hobi pun Bisa Berubah jadi Duit!

Judul Buku: Passion! Ubah Hobi jadi Duit
Penulis: Dedy Dahlan
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit: Februari 2011
Bahasa: Indonesia
Tebal: 212 halaman
ISBN: 9789792795066
Peresensi: Launa Rissadia
Rating: 4/5







Sinopsis

Passion! Ubah Hobi jadi Duit, sebuah angle BARU dalam memandang hidup, yang seharusnya menyenangkan! Ternyata memang rezeki dan duit bisa datang sendiri, kalau kita bahagia dan bersyukur dengan apapun yang kita kerjakan. Belilah dan renungkan isi buku ini, karena hidup adalah pilihan. Sudahkah Anda hidup sesuai dengan `Lentera Jiwa`-mu. – Nugie, Musisi dan Pencetus Gerakan “Lentera Jiwa”

Mengubah passion jadi duit adalah sebuah konsep IDEAL yang nyata. Sejak dulu, saya selalu suka memasak, dan kini, karier dan pemasukan finansial saya, saya dapatkan lewat memasak! Seru kan? Kalau Anda juga ingin merasakan apa yang saya rasakan, dan berkarier di bidang hobi Anda, maka ini adalah buku yang SANGAT saya sarankan untuk dibaca. Buku ini bisa mengubah hidup dan mencapai kebahagiaan yang tak ternilai! – Bara Pattiradjawane, Cooking Icon danCelebrity Cook
Seseorang akan jadi `Bintang` yang terbaik, apabila dia berguna bagi orang lain dan mengerjakan sesuatu dengan penuh cinta. Lewat buku ini, Anda akan tahu bagaimana caranya menjadi kaya, dan penuh kebahagiaan, karena Anda melakukannya dengan gairah seorang BINTANG! – Shahnaz Haque Ramadhan, Penyiar TV dan Radio

Tidak pernah ada kata cukup untuk menghadirkan buku-buku berbahasa Indonesia yang membedah passion. Dedy BERHASIL menggiring pembaca ke dalam pembahasan kontekstual (berkaitan dengan uang). Passion adalah mata air, dan uang adalah muara. Tidak akan pernah bisa dibalik. Baca buku ini, dan lakukan sesuatu tentang passion Anda! – Rene Suhardono, Career Coach, Penulis Buku “Your Job is Not Your Career“

Saya sering menyarankan calon wirausaha untuk memulai bisnis dari minat danpassion-nya. Buku Passion! Ubah Hobi jadi Duit adalah rujukan yang tepat bagi mereka yang masih mencari ide bisnis dan cara memulainya. Baca dan praktikkan isinya! – Roni Yuzirman, Pendiri Mantevision.com dan Komunitas Tangan di Atas (TDA)

Review

Memiliki karier yang kita suka — seperti yang orang sering bilang, sesuai denganpassion — adalah dambaan banyak orang. Namun, untuk memperoleh karier yang memang benar-benar pas dengan passion yang kita punya tentu tidaklah mudah. Banyak sekali orang yang telah berpuluh-puluh tahun bekerja, namun mereka tak puas dengan yang telah dikerjakannya. Lebih-lebih banyak yang sering mengeluhkan pekerjaannya. Salah satu penyebabnya ialah mereka tidak tahu apa passionmereka. Pun hal dan kegiatan yang mereka suka.
Dalam buku Passion! Ubah Hobi jadi Duit, penulis sekaligus certified passion coachdan member ICF ini menjelaskan secara mendalam tentang bagaimana menemukanpassion yang kita punya. Buku ini terbagi menjadi tujuh chapter: Passion, Tiga Jalan Kaya, Bidang Pilihan, Dua Dunia, Mentor, Tindakan Nyata, dan Konklusi. Pada bagianPassion Revolution (pendahuluan), terdapat kisah-kisah menginspirasi, seperti kisah Satriya si pengusaha online yang masih muda dan Bruce Lee. Tak cuma itu, pada bagian ini penulis memberikan penjelasan mengenai rahasia banyaknya orang-orang sukses yang masih muda, kenapa mereka bisa sukses di bidangnya masing-masing, serta pendapatan emosional.

Kita bisa menemukan passion yang kita punya dengan mengetahui lima hal dalam hidup yang bisa membangkitkan gairah & kesenangan dalam bekerja. Penulis menyebut kelima hal tersebut dengan Fun Factor (petunjuk passion). Ada pula dua cara paling mudah untuk menemukan passion dan dua jenis masalah yang dapat menghambat seseorang dalam mengembangkan hidup berlandaskan passion. Passiondan hasrat pun bisa dicari dan ditemukan dengan menemukan petunjuk dalam tiga masa. Chapter satu semakin bernas dengan adanya kisah Iszur Muchtar dan Chris Lie yang sukses dengan passion-nya.

Serasi dengan sub-judulnya, chapter dua memaparkan tentang tiga jalan kaya. Pada paparan flexible way, penulis memerikan contoh mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada tiga jalan kaya tersebut. Pada chapter ini terdapat kisah Jerry Aurum yang sempat bolak-balik mengambil jalan alternatif, profesional mandiri, dan bisnis. Yang pada akhirnya berhasil mengubah hobinya jadi bisnis. Tak hanya berisi penjelasan, paparan pada chapter ini juga dilengkapi saran dari penulis untuk mencapai kekayaan dan kesuksesan pada tiga jalan kaya tersebut.

Ada tiga hal yang terlebih dulu harus kita ketahui sebelum mengubah hobi menjadi karier atau bisnis. Pada pembahasan, penulis menyertakan pula contoh penggambarannya. Sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan di dalam mengembangkan hobi dan passion, kita bisa memakai buah yang disebut dengan buah passion. Secara garis besar, pada bagian tiga ini penulis mengharuskan kita untuk mengenal diri kita sendiri dalam menentukan bidang pilihan kita sebelum mengembangkan hobi dan passion.

Chapter empat pada buku ini adalah chapter yang khusus untuk mereka yang mau mulai berpindah jalan, namun masih bergantung pada pendapatan dari tempat kerjanya saat ini. Sebagai contoh dan pelengkap pada pemaparan Living in the Two Worlds dalam chapter ini, terdapat kisah Okeu yang hidup di dua dunia dan berhasil menjalankannya dengan sangat baik. Ada pula penjelasan poin-poin penting yang harus kita perhatikan dalam langkah mengubah hidup kita.

Pada chapter lima, penulis menceritakan salah seorang mentornya yang bernama Mr. Kotle. Dalam menemukan mentor ideal, ada empat poin yang perlu dipertimbangkan. Keempat poin tersebut dijelaskan secara jelas oleh penulis. Dalamchapter berikutnya penulis memberikan tip-tip tindakan praktis yang bisa kita lakukan untuk menangani kelima aspek penting dalam mulai melangkah. Tak hanya itu, ada pula contoh dan cara membuat sebuah pohon sukses, serta keuntungan memakai metode tersebut dalam memetakan perjalanan passion kita.

Pada akhir chapter enam, ada kisah menarik dan inspiratif tentang Riezka “Pisang Ijo Justmine” yang memulai bisnisnya hanya dengan modal sebesar Rp 150.000. Bayangkan teman-teman, dengan modal Rp 150.000 saja kini bisnisnya tersebut telah menjadi bisnis franchise nasional yang cabangnya terbuka di mana-mana, bahkan di Papua. Keren ya? Pada bagian ini kita seakan ditekankan bahwa dengan modal sebesar apapun kita bisa sukses seperti Riezka. Asal bisnis yang mau kita jalankan adalah bisnis dalam bidang yang memang kita sukai (sesuai denganpassion).

Di chapter Konklusi, penulis juga memberikan sebuah kisah yang bisa memotivasi kita untuk segera mencari tahu passion kita agar tak menyesal belakangan. Kisah tersebut amat menginspirasi dan membuatku tak ingin seperti Bapak yang ada di dalamnya. Meski kisahnya singkat, namun mampu menyadarkan kita akan pentingnya sebuah passion.

Adanya F&Q yang terdapat pada bagian akhir masing-masing chapter sangat membantu dalam mencari pencerahan. Sebab, pertanyaan-pertanyaan yang tertera di buku sangat dekat dengan keseharian. Bahkan sering kita tanyakan pada diri kita sendiri. Selain itu, adanya gambar ilustrasi yang bikin cerah sehingga tidak membuat jenuh. Ditambah dengan adanya kata-kata yang ditulis dengan huruf kapital, yang menandakan sebuah penekanan dalam kalimat yang penulis anggap penting.

Dalam setiap penjelasannya, penulis memberikan contoh nyata sehingga kita yang membaca paparannya pun semakin memahami maksud dari apa yang disampaikan. Yang kusuka dari buku ini yakni adanya bonus passion worksheet yang terdapat di akhir buku. Sehingga setelah semua chapter selesai kita baca, kita pun bisa langsung mencoba membuat buah passion dan pohon sukses, serta menerapkan apa yang telah dituturkan.

Bahasa yang digunakan oleh penulis juga sangat mudah dimengerti. Bila ada teman-teman yang sudah pernah mengikuti seminar atau funshop-nya, pasti akan lebih memahami isi buku ini. Karena sebagian dari isi buku ini juga dipaparkan olehnya di seminar yang diadakannya. Aku pun membaca buku ini jauh setelah mengikuti seminar dan funshop-nya. Ketika membaca buku ini aku diingatkan kembali dengan apa yang telah diterangkan oleh penulis saat mengikuti seminar dan funshop-nya.

Kelebihan lainnya yaitu jarak antara paragraf satu dengan paragraf lainnya tak terlalu rapat sehingga tidak membuat mata capek dan pusing ketika membacanya. Kekurangan yang terdapat dalam buku ini hanya beberapa typo dan ada satu quotemilik seseorang yang namanya dikenal di seluruh semesta yang tidak dicantumkan titelnya. Entah memang karena penulisnya lupa, atau penyuntingnya yang kurang teliti sehingga nama sang pemilik quote tak disebutkan. Beruntungnya hanya satuquote yang tak ada nama pemiliknya sehingga tak terlalu mengganggu.  Buku ini sangat direkomendasikan buat semua orang yang ingin mengetahui passion-nya dan langkah awal mengembangkannya.



Video

loading videos
Loading Videos...