Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.

Daftar Isi

Showing posts with label Inspirasi Muda. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi Muda. Show all posts

Tuesday, August 18, 2020

Pengalaman Bekerja Sebagai Credit Marketing Officer atau CMO (Marketing Kredit Mobil) di PT Suzuki Finance Indonesia



CMO adalah salah satu jabatan yang menjadi bagian dari divisi marketing. CMO merupakan singkatan dari Credit Marketing Officer dan CMO ini paling banyak dijumpai di perusahan finance atau leasing. Perusahaan yang bergerak dalam bidang pembiayaan umumnya juga memiliki CMO. Selain itu CMO juga banyak dijumpai di lembaga bank. CMO merupakan suatu jenis pekerjaan lapangan sehingga sangat cocok bagi Anda yang suka bekerja di luar kantor. Sedangkan dimasa sekarang ini tampaknya semakin sedikit orang yang mau bekerja di lapangan termasuk sebagai CMO.


Sebutan Credit Marketing Officer mungkin dibuat keren agar laku dipasaran bursa kerja sepertinya. Jika Saya sebutan lain CMO adalah marketing kredit. Jadi kita jualan duit ke orang - orang yang ingin membeli sesuatu tetapi belum punya duitnya, daripada nabung dulu bisa menggunakan jasa pembiayaan ini dan mulai menyicil duitnya, tentu saja ditambah bunga.


Kenapa pekerjaan ini dipilih? karena ada yang ingin saya pelajari secara langsung, marketingnya. Tetapi mungkin karena levelnya masih terlalu bawah, sehingga yang saya pelajari hanya sedikit hal tentang marketing dan pekerjaannya sangat repetitif, ya seperti pada pekerjaan lainnya tentu saja.


Saya pernah bekerja menjadi CMO setidaknya selama 2 tahun di PT. Suzuki Finance Indonesia atau biasa dikenal SFI. SFI adalah lembaga pembiayan motor, mobil & pembiayaan modal, awal berdirinya SFI sbg lembaga penbiayaan (leasing) resmi motor suzuki. Di semarang, SFI dibagi menjadi dua yaitu 2W (Motor) dan 4W (Mobil). Kebetulan saya ditugaskan di kantor 4W sbg CMO (Credit Marketing Officer) yg tugasnya mentenance dgn relasi yaitu dealer Mobil suzuki untuk membina hubungan baik supaya terus memberikan order kredit motor & mensurvei kelayakan kredit mobil yg diberikan dari dealer.

 


Barang yang saya jual secara kredit disini lebih tepatnya adalah sebuah mobil, yang tentunya bukan sebuah barang yang murah. Sebelum saya menjadi CMO, saya mengira bahwa mobil itu barang yang lama lakunya apalagi melihat regulasi pemerintah yang sedang mengontrol jumlah mobil, ternyata seperti tidak terpengaruh, jualan mobil lumayan cepat juga untuk harga ratusan juta, satu dealer mobil saja bisa mencapai penjualan 150 unit perbulan dalam bentuk kas dan kredit. Bisa dibayangkan berapa omset dealer yang didapatkan.

 

Bagaimana cara kerja CMO?

Seorang CMO tentu memiliki tugas dan tanggung jawab yang penting dalam suatu perusahaan. Salah satunya adalah menjalankan fungsi marketing. Point tugas CMO harus bisa menarik dan mendapatkan nasabah, dan sasaran utama CMO lebih menyasar ke sales mobil sebagai konsumennya, bukan pembeli mobil langsung, kenapa? Karena di sales mobil sudah tersaring mana konsumen yang ingin kredit mobil dan mana yang ingin beli tunai langsung. Daripada kita menyasar ke konsumen-langsung kita harus menyaring sendiri konsumen yang ingin membeli dengan cara kredit, tidak efektif kan. Jadi, CMO berpihak 100% ke sales mobil. Apapun yang dikatakan oleh konsumen-langsung tentang harga, bunga, dan biaya lainnya tidak terlalu berpengaruh kalau sales mobilnya tidak setuju. Daripada kita kehilangan satu sales mobil, lebih baik kita kehilangan satu konsumen-langsung. Karena ke depannya sales mobil ini dapat saja mengalihkan konsumennya ke kita lagi.

 


Seorang CMO juga memiliki tugas lain yang tak kalah penting yaitu menganalisis data pengajuan kredit oleh konsumen. CMO dituntut untuk dapat menilai (Survey) konsumen yang ingin mengambil kredit dengan menerapkan metode 1P + 8C yaitu mengenal Purpose, character, capacity, capital, condition of economy, collateral, continuity, Collectibility, dan cek lingkungan.

 

Selain itu CMO juga harus menguasai keahlian menghitung DSR atau Debt Service Ratio calon konsumen yang akan diajukan. Melalui penghitungan inilah maka CMO bisa memperkirakan apakah calon konsumen yang didapatkan tersebut bisa diterima ataukah ditolak oleh credit analis.

 

Tugas CMO tidak sampai disini, kenapa? CMO bukan hanya mementingkan marketing saja tetapi juga kualitas kredit konsumen. Setidaknya konsumen jangan sampai terlambat dalam melakukan pembayaran di tiap bulan. Dalam hal ini seorang CMO sudah seharusnya menjaga kualitas angsuran kredit konsumen di tiap bulan agar pembayaran atau angsuran bisa dibayar sebelum jatuh tempo.

 

Tugas terakhir dari CMO adalah mempertahankan hubungan yang baik dengan para konsumen. Jika seorang credit analys sudah memberikan persetujuan terhadap calon konsumen atau nasabah maka CMO perlu tetap mempertahankan kualitas konsumen. Pembayaran yang dilakukan oleh konsumen bagaimanapun juga turut berpengaruh terhadap kinerja CMO. Sebab CMO akan dinilai berhasil tidak hanya dengan mendapatkan nasabah yang banyak tetapi juga mendapatkan konsumen yang disiplin dalam membayar angsuran.

 

Jadi, bagaimana dengan salarynya?

 

Saya selalu beranggapan kalau kerja itu jangan cuma cari salary, karena kedepannya akan tidak bagus.. Cuma kalau memang penasaran, salary di CMO itu sudah cukup, rata-rata gaji pokoknya di sekitar UMR, dan akan ada insentif di setiap aplikasi yang berhasil dicairkan. Kalau menginginkan kehidupan yang seimbang antara kerja dan rumah, kerja ngejar satu aplikasi untuk 2 hari atau 15 aplikasi sebulan, bisa mendapatkan gaji 4 jutaan. Mudah2an disetujui semua aplikasinya ya. Tapi kalo mau gajinya tinggi, bisa sering2 main ke dealer mobil, nongkrong sampe sore, malamnya bisa survey, paginya input data konsumen, terus begitu sampai sebulan, dijamin gaji anda akan lebih dari 4 juta.


Namun pastinya semua pekerjaan memliki resiko, apalaki yang berhubungan dengan finance, karena kita di sini secara tidak langsung menjadi jembatan antara pihak leasing dengan konsumen kiranya kita tidak melakukan fraud. Karena sebagai jembatan, jika ternyata kita terbukti melakukan fraud dan membantu konsumen dalam pengajuan pinjaman, namun ternyata konsumen tersebut ternyata tidak memenuhi kelayakan sebagai debitur untuk dibiayai bahkan sampai membawa kabur mobil, kita bisa jadi terbawa ke ranah hukum.

 

Tips Menjadi CMO yang Handal

 

Berbagai tips mungkin bisa Anda jalani agar bisa menjadi seorang CMO yang handal. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dan salah satunya adalah dengan membuat strategi marketing. Setidaknya melalui strategi marketing inilah maka Anda bisa mencapai target konsumen. Mungkin saja Anda bisa membuat suatu kegiatan promosi yang dapat menarik konsumen sehingga para konsumen menjadi tertarik dan berminat untuk menjadi nasabah Anda.

 

Hal lain yang perlu Anda kuasai adalah pengetahuan mengenai produk yang ditawarkan. Sudah seharusnya Anda mengenal betul produk yang ditawarkan sehingga kelebihan dari produk yang ditawarkan bisa Anda sampaikan kepada para konsumen. Di samping itu Anda juga perlu menguasai pasar. Artinya Anda perlu memahami perilaku konsumen agar Anda dapat bertindak sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.

 

Kemudian yang bisa Anda lakukan sebagai seorang CMO adalah memperluas jaringan bisnis dan hubungan pertemanan dengan siapa saja, yang artinya tidak hanya dengan sales dealer saja. relasi yang luas dan hubungan pertemanan yang baik akan memungkinkan bagi Anda untuk bisa mendapatkan banyak nasabah. Kualitas Anda sebagai CMO sudah seharusnya diketahui banyak orang sehingga para konsumen akan mempercayai Anda sebagai seorang CMO. Oleh karena itu Anda harus memiliki sikap selalu optimis dan pantang menyerah. Dengan kegigihan Anda maka sudah tentu Anda dapat menjadi seorang CMO yang handal dan bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan terkait.

 

 

Terima kasih sudah singgah di blog ini!

Semoga blog ini bisa sedikit mencerahkan Anda tentang CMO


Wednesday, August 12, 2020

Mencari Pengalaman Kerja Tak Harus dengan Loncat-Loncat Perusahaan

Persaingan di dunia kerja makin ketat. Kalau tidak memiliki kompetensi dan kemampuan yang bagus, kita akan gampang tersingkir. Jika kita tak memiliki kesiapan yang matang, susah rasanya untuk bisa bertahan di dunia karier.


Salah satu fenomena yang sering terjadi di dunia kerja adalah perihal kutu loncat. Sebutan kutu loncat ini biasanya disematkan pada seseorang yang gampang sekali gonta-ganti pekerjaan, loncat-loncat perusahaan dalam waktu yang singkat, dan jarang menetap di satu perusahaan dalam waktu yang lama. Hal ini biasanya dilakukan dengan alasan ingin mencari pengalaman. Tapi haruskah mencari pengalaman ini dilakukan dengan menjadi kutu loncat?


Loyalitasmu Diragukan Kalau Sering Gonta-Ganti Pekerjaan

Baru bekerja 6 bulan di sebuah perusahaan, tetapi sudah pindah ke perusahaan lain. Belum genap 1 tahun berada di kantor baru, memutuskan untuk resign dan pindah lagi. Hal seperti ini sebaiknya tidak dilakukan. Kenapa? Karena bisa membuat citramu buruk. Loyalitasmu jadi diragukan. Dedikasimu juga dipertanyakan.


Setidaknya Bertahanlah Selama 2 Tahun

Ketika bekerja di sebuah perusahaan, cobalah untuk bertahan setidaknya 2 tahun. Dari situ, kamu nantinya baru bisa menilai dengan lebih objektif apakah pekerjaan yang kamu miliki sekarang cocok untukmu atau tidak. Nantinya kalau ingin pindah ke perusahaan lain, setidaknya kamu memiliki resume yang lebih baik.



Jangan Gampang Merasa Bosan atau Menyerah

Ini nih masalahnya generasi muda zaman sekarang. Gampang sekali bosan. Kalau sudah bosan, langsung deh menyerah begitu saja. Seperti yang mungkin dialami oleh para sarjana yang baru lulus. Baru diterima di sebuah perusahaan, nggak lama kemudian sudah merasa bosan. Akhirnya resign dan pindah ke perusahaan lain. Padahal untuk bisa sukses di dunia karier, kita perlu memiliki mental juang yang kuat. Biar tidak kalah bersaing dengan orang-orang yang lebih kompeten.


Pengalaman dan Pelajaran Bisa Didapat dengan Berbagai Cara

Tinggal bagaimana pintar-pintarnya kita membuat rencana dan membangun strategi saja. Untuk mencari pengalaman dan mengembangkan kemampuan serta potensi diri, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Nggak harus loncat-loncat perusahaan atau gonta-ganti pekerjaan. Bertahan di sebuah perusahaan minimal 2 tahun, kamu bisa mendapat banyak pengalaman berharga. Mulai dari pelajaran dari orang-orang yang kamu temui hingga dari tanggung jawab pekerjaan yang kamu selesaikan dari waktu ke waktu.


Tiap orang punya strateginya sendiri dalam membangun karier yang sukses. Hanya saja kita perlu hati-hati soal jebakan jadi "kutu loncat" karena kompetensi dan keahlian kita bisa-bisa diragukan sebab bisa dianggap tak punya dedikasi tinggi dalam pekerjaan.


Tetap semangat ya membangun karier dan mencapai kesuksesan yang kamu impikan!


Sunday, November 10, 2013

Aku Masih Versi Beta


"versi beta"? ya.. sebuah istilah yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi orang yang sering berkecimpung dalam bidang IT. Akupun masih “versi beta”,  masih banyak hal dan mimpi-mimpi yang belum aku capai hingga saat ini. Atas dasar itu, istilah tersebut sangatlah cocok untuk kita sematkan pada diri sendiri yang memang masih sangat haus akan pengalaman kehidupan – realisasi dari seluruh ilmu yang kita dapat dari bangku perkuliahan-. Itu bukanlah sesuatu cara untuk menilai kualitas seseorang termasuk aku, tapi lebih kepada suatu cara kita untu memotivasi diri menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.. yap.. ibarat  sebuah software, versi beta masih harus dikembangkan dan diperbaiki hingga menjadi lebih baik bahkan sempurna.

Terinspirasi dari sebuah buku berjudul The Start-Up of You: Adapt to the Future, Invest In Yourself and Transform Your Career karangan Hoffman yang ia ceritakan berdasarkan pengalaman pribadi bersama Ben Casnocha, rekannya yang juga seorang entrepreneur. Lewat buku yang diterbitkan pada tahun 2012 itu, Hoffman dan Casnocha ingin menjangkau setiap orang dari industri mana pun yang ingin mengembangkan kariernya.

Dalam buku itu, Hoffman memaparkan cerita dan pendapatnya dari sudut pandang seorang entrepreneur dan sebagai orang internal di Silicon Valley. Dia mengajarkan pentingnya mengejar karier dan menunjukkan bahwa untuk sukses terkadang orang harus mau merelakan waktunya untuk melakukan beberapa pekerjaan yang bukan merupakan tugasnya. Contohnya, seperti yang dia lakukan ketika bekerja di Apple dulu.

Hoffman, siapakah dia? Yap.. beliau dengan nama lengkap Reid Hoffman adalah pendiri LinkedIn pada tahun 2003 dan dibantu beberapa rekannya, yakni Allen Blue, Konstantin Guericke, Eric Ly, dan Jean-Luc Vaillant. LinkedIn dikenal sebagai jejaring sosial berorientasi bisnis yang menyasar target pengguna dari kalangan profesional. Melalui jejaring ini, para anggota bisa menjalin relasi, mengelola citra profesional mereka, serta mempromosikan diri untuk menarik perhatian para headhunter ataupun calon partner bisnis mereka.

Popularitas LinkedIn terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada Februari 2012, LinkedIn mengumumkan telah memiliki anggota sebanyak 150 juta pengguna di tingkat global. Sementara pada Januari 2013, jumlah anggotanya telah bertambah menjadi 200 juta pengguna dari 200 negara di dunia. Sebagai jejaring sosial yang mempertemukan para profesional di ranah maya, LinkedIn kini juga sudah diandalkan sebagai media iklan dan promosi seperti Facebook dan Twitter. Bisnis LinkedIn pun terus berkembang.

Hoffman dikenal sebagai investor yang cerdik. Dia bermitra dengan Greylock Partners, sebuah firma pemodal ventura di Silicon Valley, dan telah berinvestasi pada berbagai perusahaan digital terkemuka. Salah satunya adalah Facebook.

"Semua atribut bisnis kini berlaku pada setiap individu. Jika ingin menjadi lebih baik dalam pekerjaan, Anda harus menjadi anggota aktif LinkedIn. Karena LinkedIn tidak hanya bisa menghubungkan Anda dengan orang-orang baru, tetapi dengan wawasan-wawasan baru," demikian kata Reid Hoffman. Perkataan itu bukanlah hal baru lagi baginya, karena kesuksesan karier yang ia dapat bukanlah sesuatu hal yang mudah.

Pada tahun 1994, Hoffman memulai pekerjaan pertamanya di divisi pengembangan produk Apple, perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak. Baru beberapa bulan bekerja di divisi tersebut, dia merasa tidak cocok dan ingin pindah ke divisi lainnya, yakni divisi manajemen produk. Banyak kendala yang harus ia hadapi disana, namun bukanlah Hoffman jika tidak bisa menghadapinya. Meskipun pada akhirnya Hoffman keluar dari Apple dan sempat berpindah kerja ke beberapa perusahaan lainnya sebelum mendirikan LinkedIn, dia telah mendapatkan ilmu yang dia perlukan untuk mengembangkan kariernya di masa depan.

Hingga Mei 2011, saat LinkedIn go public, saham Hoffman di jejaring sosial profesional itu sudah mencapai 1,7 miliar dollar AS. Bukanlah hanya menyuruh untuk melihat besarnya penghasilah yang sudah ia dapatkan dari bisnisnya di  LinkedIn, namun lebih kepada prosesnya baik susah ataupun senang dalam semangat mengembangkan bisnisnya hingga sekarang ini.

Dunia bisnis bergerak dengan sangat cepat sekarang ini. Karena itu, setiap orang harus mampu beradaptasi serta terus melakukan investasi karier dan menguji kemampuan profesionalnya. Setiap orang juga perlu belajar menempatkan dirinya di luar pekerjaannya untuk memperluas jaringan profesionalnya dan mempelajari berbagai skill baru. Intinya, menurut Hoffman, setiap orang harus bisa menjadi CEO bagi kariernya sendiri. 

Jadi, rasanya, langkah pertama untuk menerapkan tips sukses berkarier ala Hoffman adalah bergabung dengan jejaring sosial ciptaannya dan mengelola citra profesional kita di sana. Ambil segala pengalaman baik dalam kita bergabung di bisnis orang lain, sebagai tabungan kita untuk membangun bisnis jejaring social kita sendiri, atau apapun itu.

Inspirasi dari kompas tekno



Monday, October 28, 2013

Ingatanku dalam 5CM Quotes


Sahabat, Masih ingatkah kalian dengan film 5CM.. yap film ini memang sangat menginspirasi, apalagi diselipi dengan kata-kata bijak mutiara film 5 CM. Film yang mengadopsi dari novel dengan judul yang sama itu, memang sangat recomended  banget untuk ditonton, selain  latar cerita di pesona asli alam Indonesia dan alur yang penuh petualangan, juga terdapat pesan yang sangat mengispirasi mengenai arti penting persahabatan.
Untuk yang belom nonton, langsung saja disimak cuplikan kata ispiratif dalam film ini:

Sederhana tapi luar biasa.
ada dalam setiap diri manusia bila ia menyakininya.

Sebuah impian.
Setiap kali kamu punya mimpi, keinginan atau cita-cita, kamu taru disini. Didepan kening kamu..
Jangan menempel, biarkan ia menggantung, mengambang 5CM di depan kening kamu.
Jadi dia tidak akan lepas dari mata kamu dan kamu bawa impian kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari dan percaya bahwa kamu bisa..
Bahwa kamu akan berdiri lagi di setiap kamu jatuh., apapun hambatannya, kamu bilang sama diri kamu sendiri, kalau kamu percaya sama impian kamu,
Dan kamu gag akan pernah menyerah.        

Belum pernah ada bukti-bukti nyata dalam angka yang bisa dipecahkan oleh ilmu pengetahuan.,
Tentang bagaimana keajaiban sebuah impian, persahabatan, cinta dan keyakinan, bisa membuat begitu banyak perbedaan yang bias mengubah kehidupan manusia.

Belum pernah ada!

Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia berdeda dengan makhluk lainnya.
Hanya mimpi dan keyakinan yang membuat manusia menjadi sangat istimewa dimata sang pencipta.
Dan yang bisa dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya.
Percaya pada ‘5CM’ di depan kening kamu.

Masih ku ingat walau mungkin masih samar dalam aku memahaminya.. setiap kata-kata yang terucap dalam sebuah fim berjudul ‘5CM’ itu, paling tidak telah membuatku smakin berfikir bahwa saling menjalin dan mempererat siturahmi sangatlah penting untuk kita hidup bermasyarakat, serta mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan YME. Sungguh segala nikmat apa saja yang sudah kita lihat, sangat mungkin sudah memberikan manfaat lebih dan lebih jika kita bisa mensyukurinya..
Jadi pengen buat nie film yang seperti ini.. bisa sebagai hadiah yang bagus kepada ara sahabat dan saudara kita tercinta.. hehe.. ayo Tetap semangat dan jos gandoss.. hehe..

Monday, October 14, 2013

5 Kampus dengan Jurusan Matematika Terbaik di Indonesia


Berminat masuk jurusan Matematika? Selamat. Belakangan ini, jurusan Matematika menjadi salah satu jurusan yang paling diminati, termasuk di Tanah Air. Banyak kampus di Indonesia yang menyediakan jurusan Matematika.

QS World University Rankings by Subject 2013 merilis daftar lima kampus dengan jurusan Matematika terbaik di Indonesia. Kampus-kampus apa saja?

Sebagai perguruan tinggi eksakta yang tersohor di Tanah Air, Institut Teknologi Bandung (ITB) dikukuhkan di peringkat pertama. Hanya saja, ITB tak menembus peringkat 200 besar dunia untuk kategori jurusan ini.

Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Malang masuk daftar lima besar. Sebenarnya, di kampus ini bidang studi Matematika secara spesifik berada di program studi pendidikan Matematika di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 

Berikut daftar lengkap lma besar kampus dengan jurusan Matematika terbaik di Indonesia:
1. Institut Teknologi Bandung
2. Universitas Gadjah Mada
3. Universitas Airlangga
4. Universitas Indonesia
5. Universitas Muhammadiyah Malang

Di Asia, lima perguruan tinggi dengan jurusan Matematika terbaik adalah National University of Singapore (NUS), The University of Tokyo, The Chinese University of Hongkong, Kyoto University, dan City University of Hongkong. NUS masuk dalam daftar 10 besar peringkat ini.

Sementara itu, di urutan teratas masing-masing University of Cambridge di Inggris, Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat, Harvard University di AS, University of California Berkeley di AS, dan University of Oxford di Inggris.


Dalam melakukan pemeringkatan, QS World Ranking menggunakan indikator reputasi akademik, kualitas sumber daya manusia, jumlah tingginya kutipan yang dipakai peneliti, indeks H yang digunakan untuk mengukur produktivitas dan dampak dari sebuah karya ilmiah para peneliti dan sarjananya, serta kekuatan spesialisasi pada disiplin ilmunya.

Sunday, September 15, 2013

'Menulislah'.. Yuk kita Menulis


Menulislah,
Jika kamu tidak lagi sanggup berbicara,
Simbol-simbol yang berhamparan di jagad ini menunggu seseorang untuk merangkainya menjadi suatu yang nyata. Sesuatu yang dapat dibaca. Tidak saja wujud harfiahnya tetapi juga bentuk-bentuk di sebaliknya.

Menulislah,
Jika suaramu tidak lagi ada yang mendengar,
Suara yang melekat pada batu-batu dinding kotamu tidak sekokoh goresan tangan yang berotot keprihatinan. Suara akan melembab di kaki-kaki pengembara dan meringkuk hilang makna seiring waktu menua. Tetapi tulisan tidak. Ia akan dibaca sebagaimana ia tertulis sepanjang masa.

Menulislah,
Jika namamu ingin tercatat di lintasan sejarah,
Betapa banyak jiwa-jiwa membeku di pengap waktu. Mereka binasa dengan sia-sia. Bergumul dalam kesendirian dan tidak mampu menolak zaman yang mengutuknya menjadi sekedar deretan huruf dan angka-angka. Bebaskan jiwamu dan jadilah manusia merdeka.

Menulislah,
Tangan dan kakimu dapat terbelenggu, tetapi tidak hati dan pikiranmu. Pikiran adalah hantu yang tidak terikat ruang dan waktu dan ia menyatakan dirinya dalam tulisan-tulisan. Menulis menghubungkanmu antara dunia jiwa dengan dunia nyata.

Menulislah,
Meski tulisanmu tidak seagung karya para pujangga atau tidak seindah rangkaian kata para penyair yang mabuk rindu. Meski penamu tak lagi tajam dan kertasmu mulai buram. Sebab Ia telah menghamparkan kertas di depan mata kita, mengisi penuh tinta di hati dan pikiran kita. Ia menunggu kita menulis sesuatu yang bermakna.

Menulislah,
Sebab sesungguhnya hidupmu lebih sastra daripada karya para pujangga dan lebih puisi daripada rangkaian kata para penyair.


Tuesday, September 3, 2013

Menjadi Dosen di Indonesia

Semua profesi tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangannya, pun menjadi dosen.

Salah satu hal baik menjadi dosen di Indonesia adalah kemudahannya menjadi dosen tetap/ tenure. Di beberapa negara lain, tak mudah menjadi dosen tetap. Kawan-kawan saya yang bergelar Doktor di Jepang atau Perancis, misalnya mesti mengikuti post-doc dulu, menerbitkan disertasi-nya menjadi buku, baru bisa melamar menjadi dosen tetap, itupun kalau ada lowongan (kabarnya semakin jarang). Kompetisi-nya juga cukup ketat karena portofolio di bidang akademik seperti publikasi ilmiah amat menentukan. Kalaupun ada kasus master menjadi dosen tetap, ini hal yang amat langka sekali, mungkin hanya untuk orang-orang cemerlang saja.



Di indonesia, syarat menjadi dosen hanya bergelar master saja. Bahkan beberapa tahun lalu, orang bergelar sarjana bisa menjadi dosen tetap. Aku-pun menjadi dosen tetap PNS ketika masih sarjana dan kemudian melanjutkan kuliah S2 dan sekarang S3 dalam status sebagai dosen tetap. Artinya titik berangkat menjadi dosen di Indonesia jauh lebih mudah daripada di negara lain yang saya ketahui.

Dalam kondisi semacam ini, tentu saja wajar jika kualitas pendidikan tinggi di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain yang semua dosennya bergelar Doktor. Hal ini nampaknya disadari pemerintah dengan menggelontorkan beasiswa S2 dan S3 baik di dalam dan luar negeri. Jumlah beasiswanya amat banyak, kabarnya kuota tak pernah tercapai. Namun sayang, pengelolaan beasiswa-nya berjalan buruk, datangnya uang sering terlambat dan banyak ketidakpastian informasi. Walaupun begitu, jumlah penerima manfaat (baca: beasiswa) dari pemerintah cukup besar, sampai tahun 2012, tercatat 29.632 dosen/calon dosen sedang disekolahkan di dalam negeri dengan berbagai skema dan 3662 dosen/calon dosen juga sedang disekolahkan ke luar negeri dengan berbagai skema. (studi.dikti.go.id)

Artinya akan ada lonjakan dosen bergelar master dan doktor dalam beberapa tahun ini, sedangkan diharapkan tak ada lagi dosen bergelar sarjana.
Namun Dosen di Indonesia memang menghadapi persoalan yang tak mudah untuk menghasilkan performance yang baik.

Diluar buruknya fasilitas, perpustakaan atau seringnya tak ada meja kerja bagi dosen (di beberapa banyak kampus), persoalan yang cukup sering dibahas memang soal  penghasilan. Hal ini sudah bolak-balik dibahas di berbagai forum. Terakhir seorang dosen PNS bergelar master lektor IIId diomeli dan dianggap tidak bersyukur karena mengeluhkan gaji-nya yang lebih kecil dari tukang sampah dan penjaga apartemen di perancis. Aku juga pernah menuliskan perbandingan menjadi dosen di indonesia dan malaysia di sini.

Seberapa besar/kecil-kah gaji dosen di Indonesia?

Gaji pokok seorang dosen di Indonesia sama kecilnya dengan PNS lain di Indonesia. Silahkan dilihat disini, golongan satu dan dua PNS di Indonesia lebih kecil dari UMR beberapa Provinsi di Indonesia. kalau dosen pengangkatan pertama IIIb MKG 0 tahun ya gaji pokoknya Rp. 2.278.900, beberapa puluh ribu diatas UMP Jakarta. Memang ada tambahan tunjangan beras/istri/anak, jumlahnya beberapa ratus ribu saja. Silahkan bandingkan dengan gaji pertama beberapa perusahaan swasta/bumn berikut disini. Oh ya, ada juga sih beberapa kampus swasta yang menggaji dosennya dengan standar perusahaan swasta yang baik, gaji pertamanya sekitar tiga atau empat kali gaji pertama dosen PNS di Indonesia.

Hmm tapi sejujurnya, dibandingkan dengan pekerjaan lain, dosen adalah pekerjaan yang menarik. Cepat atau lambatnya karir seorang dosen, lebih tergantung dari kapasitas dan produktivitasnya. Semakin produktif menghasilkan karya ilmiah, terutama di Jurnal terakreditasi dikti atau jurnal internasional, semakin cepat laju karirnya.
Seorang dosen di Indonesia memiliki empat jenjang jabatan akademik/fungsional dosen.

Ketika melamar dan diterima statusnya Tenaga Pengajar, artinya dosen yang belum memiliki jabatan fungsional dosen.  Setelah setahun biasanya sudah boleh mengajukan jafung asisten ahli. Angka kredit asisten ahli IIIb hanya 150 yang sudah pasti bisa didapatkan dari ijazah S2. Sesuai Perpres 65 tahun 2007 jumlahnya Rp.375.000,-.

Tiga tahun kemudian (aturan baru empat tahun loh) bisa mengajukan kenaikan ke jabatan fungsional lektor dengan angka kredit 200-399. Artinya mesti mengumpulkan angka kredit sebanyak minimal 100 dari kegiatan tridharma: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat . Proses pengajuan ke lektor bisa lebih cepat jika memiliki jurnal terakreditasi dikti, cukup setahun sudah bisa mengajukan kenaikan jafung, tentu saja jika angka kredit mencukupi. Oh ya, jumlah tunjangan lektor Rp. 700.000,-. Aturan baru, permenPAN 17 2013 mensyaratkan dosen yang mau naik ke lektor harus punya tulisan di jurnal ilmiah.

Nah tiga tahun kemudian bisa mengajukan kenaikan ke jabatan fungsional lektor kepala. Jumlah kredit lektor kepala adalah antara 400-849. Sama seperti sebelumnya,di aturan lama jika memiliki jurnal terakreditasi dikti dan angka kredit mencukupi bisa mengajukan ke lektor kepala walaupun baru setahun. PermenPAN 17 2013 mensyaratkan calon lektor kepala musti punya tulisan di jurnal terakreditasi dikti, empat tahun jadi lektor dan sudah harus bergelar Doktor. Berapa tunjangan lektor kepala? Rp. 900.000,-

Nah, kasta tertinggi di dunia perdosenan adalah menjadi Profesor. Dulu, menjadi profesor syaratnya memiliki angka kredit 850, bergelar doktor, minimal 3 tahun jadi lektor kepala dan punya satu tulisan di jurnal terakreditasi dikti, gampang kan? Kini sesuai permenPAN 17 2013 syaratnya menjadi jauh lebih sulit karena selain angka kredit minimal 850 seorang LK baru bisa mengajukan menjadi Profesor setelah tiga tahun memiliki ijazah Doktor, empat tahun menjadi LK dan memiliki tulisan di Jurnal Internasional bereputasi. Tunjangan seorang Profesor memang hanya Rp. 1.350.000,- namun bisa mendapatkan tunjangan kehormatan sebesar dua kali gaji pokok.

Hmm berikut tabel tunjangan fungsional dosen menurut Perpres 65 tahun 2007:




Oh ya, sumber pendapatan lain bagi dosen adalah sertifikasi dosen yang sudah berjalan beberapa tahun lalu. Jumlah tunjangan sertifikasi dosen adalah satu kali gaji pokok. Namun baru 47% dosen di Indonesia yang tersertifikasi, sisanya 57% belum bersertifikasi yang artinya juga belum mendapatkan tunjangannya.(http://www.koran-sindo.com/node/313281).  Syarat sertifikasi juga (dibuat) semakin sulit. Tahun ini ada syarat berkas tambahan, sertifikat TOEFL dan TPA yang entah apa hubungannya dengan sertifikasi dosen.

Jadi menjadi profesor memang cukup menarik secara finansial, bisa mendapatkan empat kali gaji pokok, plus tunjangan fungsional guru besar. Mari kota hitung secara kasar, katakanlah seorang profesor golongan IVd dengan MKG 10 tahun dengan gaji pokok Rp. 3.412.000, maka take home pay-nya adalah (Rp. 3.412.000,-X4) + Rp. 1.350.000,-. = Rp. 14. 998.000,-.
Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat dari Lektor Kepala IIId MKG 10 tahun yang mendapatkan (Rp. 2. 801.000,- X 2) + Rp. 900.000,- = Rp. 6.502.000,-.
Jika punya jabatan, maka akan mendapatkan pendapatan tambahan sebagai berikut (Perpres 65 tahun 2007):


Maka, karena besarnya jumlah pendapatan Profesor, jumlah dosen yang mengajukan diri menjadi profesor melonjak drastis. Menurut Supriadi Rustad, hanya 30% yang diterima dalam pengajuan menjadi Profesor setiap bulannya. Sisanya, 70% ditolak karena berbagai alasan antara lain: karena alasan pelanggaran etika dan profesionalisme, seperti pemalsuan dokumen karya ilmiah. Pemalsuan itu seperti mencantumkan jurnal rakitan, jurnal ”bodong”, artikel sisipan, label akreditasi palsu, nama pengarang sisipan, buku lama sampul baru, dan nama pengarang berbeda. (www.suaramerdeka.com). masih menurut Supriadi Rustad, pada tahun 2012 di Ditjen Dikti dari pengajuan Profesor  sebanyak 115 orang, hanya 77 orang yang layak menjadi Profesor. (http://www.jpnn.com/read/2013/02/09/157651/Gelar-Guru-Besar-tak-Sembarangan-)

Namun tentu saja tak bisa kita menggeneralisir bahwa semua orang yang mengajukan jabatan fungsional adalah mereka yang menghalalkan segala cara. Entah kenapa, ada saja orang-orang yang membuat opini negatif tentang orang-orang yang mengajukan diri menjadi Profesor. Coba saja baca tulisan inihttp://edukasi.kompasiana.com/2013/04/28/akal-akalan-dosen-busuk-untuk-menjadi-profesor-550981.html. Sayangnya tulisan tak berimbang semacam ini tersebar luas dan kemudian membuat opini kuat bahwa mereka yang mengajukan jabatan fungsional Profesor adalah dosen mata duitan dan menghalalkan segala cara.
Apakah semua begitu?

Padahal  kalau mau berpikir lebih seimbang — tanpa memungkiri banyak yang curang juga — ada juga dosen yang menjadi Profesor karena bekerja keras dan jujur, bahkan mendapatkannya di usia muda. Contoh cukup baik misalnya Agung Eko Nugroho di UGM atau Eko Prasojo dan Ibnu Hamad di UI. silahkan baca tulisan tentang menjadi Profesor (Guru Besar) disini. Kemudian menurut peraturan terbaru, profesor juga memiliki kewajiban khusus berupa menulis di jurnal internasional, menyebarluaskan ilmu (presentasi di seminar) dan menulis buku, yang dievaluasi setiap lima tahun.

Jadi seperti ide awal di tulisan ini, karir dosen memang tergantung dari seberapa kompetensi dan produktivitas seorang dosen. Jika Ia produktif dan bersekolah dengan semangat sampai S3, maka laju karirnya juga bisa cepat. Namun jika malas sekolah dan juga tidak produktif meneliti dan publikasi, tentu saja akan terlindas zaman.

Berbagai perubahan ini menimbulkan dampak serius. Ada (sebagian) dosen yang telanjur berumur dan belum sekolah Doktor yang karirnya terancam  mengalami stagnasi. menurut PermenPAn 17 2013 karirnya paling mentok hanya sampai lektor IIId saja. Jikapun beruntung sudah lektor kepala, maka juga hanya bisa jadi Lektor Kepala IIId, tidak bisa mengajukan ke IVa  kecuali sekolah dan mendapatkan ijazah Doktor. Sebaliknya ada juga (sebagian) dosen  yang sudah/ sedang bersekolah Doktor baik di dalam dan luar negeri yang bisa melaju karirnya. Namun juga tidak mudah karena harus terus berproduksi (baca: meneliti dan publikasi). Jika malas, juga sulit untuk mencapai karir tertinggi menjadi Profesor. Bahkan Lektor Kepala yang sudah berijazah doktor-pun sekarang tidak mudah menjadi Guru Besar karena harus memiliki publikasi di Jurnal internasional bereputasi. Bahkan bagi yang telanjur jadi profesor-pun sekarang muncul aturan pencabutan tunjangan jika tak mampu menghasilkan publikasi di jurnal internasional,

Oh ya, satu lagi. bagaimana nasib dosen yang masih S1 ya?, secara misalnya peraturan-peraturan baru sudah tidak mencantumkan dosen S1 di dalamnya. Pendidikan minimal dosen sesuai UU Guru dan Dosen No. 14 2005 adalah magister untuk mengajar jenjang Diploma dan Sarjana. Nah dosen berpendidikan S1 memiliki waktu sampai 30 Desember 2015, persis sepuluh tahun setelah UU Guru dan Dosen diundangkan.

Hmmm… inilah dunia dosen, bagaimana menurut anda?
disclaimer: Oh ya, tulisan ini lebih banyak soal dosen PNS, maklum tak tahu banyak dunia dosen swasta, mungkin baik juga jika ada yang mau menuliskannya 

Video

loading videos
Loading Videos...