Berkurban pada saat hari raya Idul Adha adalah sebuah
kewajiban bagi mereka yang mampu. Dan perintah berkurban tentu tak lepas dari
sejarah Nabi Ibrahim yang diperintah untuk menyembelih putranya yaitu Nabi
Ismail, yang terkutib dalam QS Alqur'an (As Saffat: 102)... Maka ketika anak
itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya (Ibrahim) berkata, “ Wahai anakku! Sesungguhnya aku
bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” dia (Ismail)
menjawab, “ wahai
ayahku” lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insya Allah engkau
akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
Sungguh ini adalah sebuah perintah yang sangat
berat, apalagi Nabi Ibrahim bisa memiliki putra pada usia yang sudah lanjut,
tentunya beliau sangat menyayangi putranya Nabi Ismail. Namun karena ini
perintah Allah melalui mimpinya, Nabi Ibrahim pun rela melaksanakannya.
Namun Allah menyeru, “Wahai Ibrahim,
sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah kami
memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini
benar-benar ujian yang nyata.” (Qs.
Ash-Shaffât: 104-106) Allah pun lantas mengganti sembelihannya dengan seekor
domba.
Peristiwa diataslah yang melatar belakangi
perintuh untuk berkurban dan dikuatkan dalam firman Allah SWT di ayat Al-quran
yang lain serta hadist Nabi Muhammad, yang antara lain:
Firman Allah SWT dalam surat Al-Hajj (22) ayat
34:
“Dan
bagi tiap-tiap umat telah kami syari’atkan penyembelihan (Qurban), supaya
mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah
kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah
dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang
tunduk patuh (kepada Allah)."
Dan Allah SWT berfirman di dalam surat Al
Kautsar (108) ayat 1-2:
1.
”Sesungguhnya
Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak”
2.
”Maka
dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan ber-kurban-lah”.
Qurban adalah kambing yang disembelih setelah melaksanakan
shalat Idul Adha dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah krn Dia Yang Maha
Suci dan Maha Tinggi berfirman {yang artinya} : “ Katakanlah : sesungguhnya shalatku
kurbanku hidup dan matiku adl untuk Allah Rabb semesta alam tidak ada sekutu
bagi-Nya (Al-An’am : 162).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata
: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. : “ Siapa
yg memiliki kelapangan tapi ia tidak menyembelih kurban maka jangan sekali-kali
ia mendekati masjid dan mushalla kami”
(Riwayat Ahmad Ibnu Majah Ad-Daruquthni Al-Hakim dan dan sanadnya Hasan).
Dari penjelasan ayat dan hadist diatas sudahlah
jelas, bahwa perintah berkurban hukumnya adalah "Wajib" bagi mereka
yang mampu.
Makna Berkurban
Di era informasi seperti sekarang ini, sudah
banyak orang mampu yang sadar akan kewajiban mereka untuk berkurban. Namun ada
saja segelintir orang yang enggan melakukan kurban karena beranggapan bahwa apa
yang diperolehnya adalah hasil dari jerih payahnya sendiri tanpa bantuan
siapapun. Bahkan para pecinta hewan dan vegetarian ada yang beranggapan, bahwa
Idul Adha merupakan bentuk kekejaman Islam karena dengan rela membunuh dan
membantai hewan yang tidak bersalah. Sungguh Allah SWT adalah Maha Tahu dari
apapun yang ada di dunia ini, dan mereka adalah orang-orang yang tidak tahu
akan Islam.
Untuk menjawab mereka yang menganggap kurban
adalah kekejaman, bisa dengan ilmu berikut ini. Ada fakta mengejutkan dari
penelitian yang dilakukan oleh Prof. Schultz & Dr. Hazim yang keduanya adalah Animal
Scientists dari Hanover University – Jerman,
yang menunjukkan bahwa hewan yang disembelih tidak merasakan rasa sakit. Hal
ini dikarenakan pisau tajam yang mengiris leher ‘tidaklah menyentuh’ saraf rasa
sakit. Sehingga reaksi menggelepar, meregang otot dan lainnya hanyalah ekspresi
‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (saat darah mengalir keluar dengan deras).
Dan bukan ekspresi rasa sakit! (Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P).
Dan perintah berkurban itu sebenarnya mengandung
makna:
·
Wujud
rasa syukur
Allah SWT selalu memberi nikmat
kepada semua makhluk, khususnya manusia. Bumi sebagai tempat tinggal, udara
untuk bernapas, tanaman untuk dimakan, air untuk diminum, organ tubuh untuk
bisa menikmati semua kekayaan alam semesta, yang kesemuanya itu diberikan
secara cuma-cuma. Kita menikmatinya setiap hari, sementara Allah SWT mewajibkan
kita berkurban setahun sekali, itupun bagi yang mampu. Berkurban adalah
manifestasi rasa syukur kita kepada Allah SWT sebagai Sang Pencipta.
·
Kepekaan
social
Hewan
yang kita kurbankan, bisa disembelih sendiri atau disumbangkan di masjid atau
mushalla terdekat dan kita tidak boleh memakannya sedikitpun. Karena daging
kurban kita adalah hak fakir miskin dan kaum dhuafa. Makan daging adalah
sesuatu yang biasa bagi kita, namun bagi mereka yang kurang beruntung adalah
sebuah nikmat yang sangat luar biasa. Karena itu berkurban adalah sebagai wujud
kepekaan kita terhadap sosial, waktu kita untuk berbagi dan saat kita untuk
berbaur dengan masyarakat golongan bawah.
Selagi kita masih diberi kehidupan, selagi kita
masih diberi kelapangan rezeki dan selagi masih ada kesempatan, marilah kita
berbuat yang lebih baik untuk kehidupan kita agar kita menjadi hamba Allah SWT
yang selamat di dunia dan di akhirat kelak. Amiin...
Bagaimana Memilih Hewan Qurban yang Syar'i
dan Sehat
1). Umur hewan Qurban.
Pilih hewan kurban yang cukup
umur. Kriteria umur adalah 12 sampai 18 bulan untuk kambing dan domba.
Sedangkan untuk Sapi atau Kerbau 22 Bulan. Cara untuk mengetahui umur hewan
kurban yaitu dengan mengamati gigi-gigi ternak tersebut. Jika gigi susunya
telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), itu menandakan ternak tersebut
(kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan gigi-gigi sapi
dan kerbau baru tanggal pada umur sekitar 22 bulan.
2). Kesehatan hewan Qurban
dengan kriteria :
a). aktivitasnya. Bila
pergerakannya aktif saat didekati itu berarti hewannya sehat.
Gerak/temperamennya bebas, lincah, kuat, bersemangat, tidak pincang, tidak
gelisah, dan selera makannya bagus.
b). Rambut atau bulunya halus,
mengkilap, tidak rontok, tidak mengalami kebotakan, tidak berdiri, tidak ada
perubahan warna, tidak dihinggapi parasit kulit (caplak, tungau, kutu, dll.).
c). Matanya bersinar dan
jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air (eksudat), tidak
berwarna merah (yang berarti juga tidak sedang terjadi perdarahan), dan selaput
lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Bila ditemukan mata
hewan ternak yang beleken dan keruh, itu berarti sedang sakit.
d). Bentuk tubuhnya harus
standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relative
rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal.
Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan
belakang, kepala, dan leher seimbang.
e). Selain itu, dapat pula dilihat
di bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak
keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu
hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit. Juga, sedapat
mungkin agar menghindari ternak yang cacat seperti salah satu bagian dari
tubuhnya hilang atau rusak, misalnya tanduknya patah sebelah, tulang kakinya
patah, telinganya hilang sebelah, matanya buta, dan lain-lain. Pilihlah ternak
yang sikap berdirinya tegak, kokoh, kuat, dan bertumpu pada keempat kakinya.
f). Hidung terlihat basah,
bersih, dan tidak mengeluarkan cairan. Selaput lendir hidung berwarna merah
terang.
g). Mulut dan gusi bersih,
tidak ngiler, tidak mengeluarkan eksudat, tidak menganga, dan tidak ada
bercak-bercak peradangan.
h). Celah kuku bersih, tidak
ada luka, tidak ada peradangan, tidak ada pembengkakan.
i). Kulitnya lentur/elastis,
tidak ada penebalan, tidak ada bisul, tidak ada luka.
j). Bagian pangkal hingga ujung
ekor bersih, licin, kering. Bulu ekor lebat, bersih, dan kering.
k). Bagian dubur/anus bersih,
kering, dan tidak menunjukkan tanda-tanda diare (mencret).
l). Berhati-hatilah dalam memilih
hewan ternak jika bertepatan dengan musim hujan. Sebab, di musim hujan hewan
ternak rawan terkena diare dan cacingan. Biasanya pada hewan yang cacingan
kulitnya terlihat kusam dan badannya kurus.
m). Amati bagian kulitnya,
apakah terdapat borok atau korengan. Hewan yang korengan menandakan sedang
terkena penyakit kulit. Hendaknya diobati saja dulu hingga sembuh dan sehat.
Karena hewan ternak yang sakit tentu bukan hewan yang tepat untuk berkurban.
Selamat
Hari Raya Idul Adha 1434 H.
Sumber1. Sumber2.
Silahkan tambahkan komentar Anda, Semoga dapat sama-sama membangun. Terima kasih.
EmoticonEmoticon